download disini=>> UEM Sunday Liturgy 2018

PERSIAPAN

  • Pelayan Ibadah, Sintua dan Syamas membagi tugas dan berdoa
  • Pelayan Ibadah memberikan kata-kata sambutan (ucapan selamat datang dan selamat beribadah) kepada jemaat. Di akhir kata sambutan, jemaat diundang untuk berdiri.
  • Pelayan Ibadah, Sintua dan Syamas memasuki ruang ibadah.
  • Ketika barisan prosesi memasuki gereja, jemaat bernyanyi dari:

Kidung Jemaat No. 3: 1-2 – Kami Puji Dengan Riang

Kami puji dengan riang, Dikau Allah yang besar

Bagai bung t’rima siang, hati kami pun mekar

Kabut dosa dan derita, kebimbangan t’lah lenyap

Sumber suka yang abadi, b’ri sinarMu menyerap

 

Kau memb’ri, Kau mengampuni, Kau limpahkan rahmatMu

Sumber air hidup ria, Lautan kasih dan Restu

Yang mau hidup, dalam kasih, Kau jadikan milikMu

agar kami menyayangi, meneladan kasihMu

 

  1. Panggilan untuk Ibadah
  2. Ibadah hari ini kita lakukan di dalam nama Allah Bapa, yang telah menciptakan langit dan bumi, yang tidak pernah meninggalkan pekerjaan tangan-Nya dan yang kekal kasih setia-Nya.

Anugrah dan damai sejahtera Allah Bapa, dan Yesus Kristus senantiasa menyertai saudara-saudara sekalian.

  1. Dan besertamu juga. Amin

 

  1. Tema Ibadah
  2. Tema Ibadah kita diambil dari Hosea 6: 6, “Aku ingin kamu menunjukkan kasih, tidak mempersembahkan kurban. Aku ingin kamu mengenal aku lebih dari aku menginginkan korban bakaran.”

 

  1. Panggilan Pertobatan dan Pengampunan Dosa
  2. Saudara-saudara, Tuhan kita Yesus Kristus, Kepala Gereja, yang menyelamatkan kita dari kematian, ingin agar kita setia kepada-Nya dan Gereja, sebagai tubuh-Nya. Tetapi banyak dari pikiran dan tindakan kita tidak sesuai dengan kehendak Tuhan.

Mari kita memeriksa diri kita sendiri dan mengakui kesalahan dan kekurangan kita kepada Tuhan dan meminta pengampunan Tuhan.

 

~~Saat Teduh~~

 

Tuhan, Engkau mempersekutukankan kami dengan gereja-Mu selaku satu Tubuh Kristus. Namun seringkali kami hanya mementingkan diri kami sendiri dan jemaat kami sendiri dan mencampuradukkan kewajiban kami dalam menjalankan kehidupan ekumenis kami. Tuhan ampunilah kami.

 

~~Saat Teduh~~

 

  1. Tuhan dengarkanlah doa kami

(menyanyikan: Kidung Kontekstual 176 – Gusti, Mugi Myarsakken!)

 

 

  1. Tuhan, Engkau menempatkan Gereja-Mu di dunia, tetapi kami sering lalai untuk melakukan misi-Mu untuk kesejahteraan semua ciptaan. Kami sibuk melakukan ritual keagamaan tetapi tidak berusaha keras untuk mewujudkan kesejahteraan orang lain. Tuhan ampunilah kami.
  2. Tuhan dengarkanlah doa kami

(menyanyikan: Kidung Kontekstual 176 – Gusti, Mugi Myarsakken!)

 

 

  1. Tuhan, Engkau memberkati kami melalui semua ciptaan-Mu, tetapi kami tidak mengelolanya dengan baik. Kami mengeksploitasinya untuk keuntungan pribadi dan membiarkan tindakan yang tidak adil terhadap ciptaan-Mu. Tuhan ampunilah kami.
  2. Tuhan dengarkanlah doa kami

(menyanyikan: Kidung Kontekstual 176 – Gusti, Mugi Myarsakken!)

 

  1. Berita Pengampunan                                                                                 (Jemaat Berdiri)
  2. Tuhan, Bapa kita, mengasihi orang yang jujur dan bertobat.

Efesus 2: 4-7 mengatakan: “Tetapi Allah yang kaya dengan rahmat, oleh karena kasih-Nya yang besar, yang dilimpahkan-Nya kepada kita, telah menghidupkan kita bersama-sama dengan Kristus, sekalipun kita telah mati oleh kesalahan-kesalahan kita — oleh kasih karunia kamu diselamatkan — dan di dalam Kristus Yesus Ia telah membangkitkan kita juga dan memberikan tempat bersama-sama dengan Dia di sorga, supaya pada masa yang akan datang Ia menunjukkan kepada kita kekayaan kasih karunia-Nya yang melimpah-limpah sesuai dengan kebaikan-Nya terhadap kita dalam Kristus Yesus.”

 

  1. Bernyanyi PKJ No. 37: 1-2 – Bila Kurenung Dosaku

(nadanya sama dengan Haleluya No. 384)

 

Bila kurenung dosaku padaMu, Tuhan,

Yang berulang kulakukan dihadapanMu,

Kasih sayangMu perlindunganku.

Di bawah naungan sayapMu damai hatiku.

Kasih sayangMu pengharapanku.

Usapan kasih setiaMu s’lalu kurindu.

 

Rasa angkuh dan sombongku masih menggoda,

Iri hati dan benciku kadang menjelma.

Kasih sayangMu perlindunganku.

Di bawah naungan sayapMu damai hatiku.

Kasih sayangMu pengharapanku.

Usapan kasih setiaMu s’lalu kurindu.

 

——–Jemaat duduk——-

 

 

 

  1. Pelayanan Firman Tuhan
  2. Berdoa
  3. Pembacaan Firman Tuhan (Bacaan 1 oleh seorang jemaat dari tempat duduknya, bacaan kedua oleh Pelayan Firman Tuhan dari atas mimbar)

Bacaan Pertama: Keluaran 7: 14-25

Bacaan Kedua:  Wahyu 16: 1-7

  1. Jemaat menyanyikan Kidung Jemaat No. 50a: 1+6 – Sabda-Mu Abadi

SabdaMu abadi, suluh langkah kami.

Yang mengikutinya hidup sukacita.

 

Tolong, agar kami rajin mendalami

lalu melakukan sandaMu, ya Tuhan!

  1. Khotbah (Pengkhotbah tetap di atas mimbar dan untuk seterusnya memimpin liturgi kecuali nyanyian sampai kepada penyampaian berkat)
  2. Saat teduh
  3. Jemaat menyanyikan Kidung Jemaat No. 427: 1-2 – Ku Suka Menuturkan

‘Ku suka menuturkan cerita mulia,

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

‘Ku suka menuturkan cerita yang benar,

penawar hati rindu, pelipur terbesar.

‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

‘Ku suka menuturkan cerita mulia

yang sungguh melebihi impian dunia.

‘Ku suka menuturkan semua padamu,

sebab cerita itu membawa s’lamatku.

‘Ku suka menuturkan, ‘ku suka memasyurkan

cerita Tuhan Yesus dan cinta kasihNya.

 

  1. Pengakuan Iman (Jemaat berdiri)
  2. Bersama-sama dengan semua orang percaya di segala tempat dan pada segala waktu, marilah kita mengaku iman kita kepada Tuhan.

P+J.    Aku percaya kepada Allah Bapa Yang Maha Kuasa, khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, AnakNya yang tunggal Tuhan kita, yang dikandung dari pada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita dibawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun ke dalam kerajaan maut, pada hari yang ketiga, Bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa, dan akan datang dari sana, untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati.

Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang kudus dan Am, persekutuan orang kudus, pengampunan dosa, kebangkitan daging dan hidup yang kekal. Amin                                                                                             (jemaat duduk)

 

  1. Doa Syafaat diakhiri dengan Doa Bapa Kami
  2. Marilah kita berdoa:…..Amin

Marilah kita bersama-sama berdoa melalui doa yang diajarkan Tuhan Yesus:

P+J.      Bapa kami yang di sorga,

Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu,

jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya

dan ampunilah kami akan kesalahan kami,

seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami;

dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan,

tetapi lepaskanlah kami daripada yang jahat.

Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan

sampai selama-lamanya. Amin.

 

  1. Persembahan
  2. Kita bersyukur kepada Tuhan melalui persembahan kita hari ini. Pemazmur menulis: “Berilah kepada TUHAN kemuliaan nama-Nya, bawalah persembahan dan masuklah ke pelataran-Nya.”

 

  1. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 287b: 1-3 – Sekarang B’ri Syukur

Sekarang b’ri syukur, hai hati mulut, tangan!

Sempurna dan besar segala karya Tuhan!

Dib’riNya kita pun anug’rah dan berkat

Yang tak terbilang, t’rus, semula dan tetap.

 

Yang Mahamulia memb’rikan sukacita,

damai sejahtera di dalam hidup kita.

KasihNya tak terp’ri mengasuh anakNya;

TolonganNya besar seluas dunia!

 

Muliakan Allahmu yang tiada terbandingi

Sang Bapa, Anak, Roh di takhta mahatinggi.

Tritunggal yang kudus kekal terpujilah,

Sekarang dan terus selama-lamanya!

 

 

  1. Doa Persembahan

Marilah kita berdoa untuk menyerahkan persembahan kita kepada Tuhan!

Ya Tuhan Allah, pemilik segenap kehidupan ini, kami bersyukur kepada-Mu atas pemeliharaan, tuntunan dan penyertaan-Mu. Engkau memberikan makanan, pakaian dan segala kebutuhan hidup kami. Sebagai ucapan syukur, kami datang membawa persembahan, yang sesungguhnya juga berasal dari pada-Mu. Kiranya Engkau menguduskan dan memberkatinya agar menjadi persembahan yang harum dan kudus untuk kemuliaan nama-Mu. Kami memohon kiranya berkat-Mu semakin berkelimpahan dalamkehidupan kami. Kiranya Roh Kudus mengajari kami supaya semakin tulus mempersembahkan hidup dan segenap apa yang kami miliki untuk kemuliaan nama-Mu. Terimalah doa persembahan kami di dalam nama Yesus Kristus, Juruselamat kami. Amin

 

  1. Pengutusan                                     (Jemaat berdiri)
  2. Marilah kita berangkat dari ibadah ini dan kembali ke tempat kita masing-masing dengan mengingat Firman Tuhan: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.”
  3. Bernyanyi Kidung Jemaat No. 426: 1+4 – Kita Harus Membawa Berita

Kita harus membawa berita pada dunia dalam gelap

tentang kebenaran dan kasih dan damai yang menetap,

dan damai yang menetap.

Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.

Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.

 

Kita harus bersaksi di dunia tentang kuasa darah kudus.

Semoga yang masih sangsi terima Sang Penebus,

Terima Sang Penebus.

Karna g’lap jadi remang pagi, dan remang jadi siang t’rang.

Kuasa Kristus ‘kan nyatalah, rahamani dan cemerlang.

 

  1. Berkat
  2. Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa dan anugerah Tuhan, Yesus Kristus dan dalam persekutuan Roh Kudus menyertai saudara (kita), sekarang dan selamanya. Amin.
  3. Bernyanyi Kidung Kontekstual 177 – Amin

Sekilas Mengenal

GREJA KRISTEN JAWI WETAN

 

Indonesia terdiri atas 17.000 pulau, 33 provinsi, berpenduduk 240 juta, dan 671 bahasa daerah.

 

GKJW bertumbuh dan berkembang hanya di provinsi Jawa Timur. GKJW merupakan gereja protestan terbesar ketiga di Indonesia; memiliki 130.000 anggota gereja, 167 jemaat, 14 pengurus wilayah atau klasis, 185 pendeta aktif, 15.000 penatua dan diaken. Gereja ini juga memiliki 6 rumah sakit, 9 klinik, dan 86 sekolah.

 

GKJW bertumbuh dari dua gerakan penginjilan pada pertengahan abad ke 19. Pertama, dimulai oleh Conraad Laurent Coolen di Ngoro. Kedua, oleh Johannes Emde di Surabaya. Pada tahun 1830-an, sekelompok orang percaya Jawa dekat Surabaya, merupakan hasil penginjilan oleh tukang reparasi arloji bernama Johannes Emde, dari Schmillinghausen (satu dusun di Jerman). Baptisan pertama terjadi tanggal 12 Desember 1843.

 

Pada tahun 1850-an, Badan Zending Belanda (NZG) mengambil alih pekerjaan misi dan membawa GKJW kepada kedewasaan. Di bawah pengaruh H. Kraemer, jemaat-jemaat bersatu menjadi Sinode GKJW tanggal 11 Desember 1931. Pada saat itu, GKJW memiliki 23,000 warga yang sudah dibaptis dan 45 jemaat lokal. GKJW mengakui sebagai “gereja adik” gereja Belanda (NHK).

 

Visi GKJW adalah  “Menjadi mitra Allah dalam mewujudkan tanda-tanda Kerajaan Allah di dunia”.

 

Adapun misi GKJW adalah  “Atas dasar pertolongan Roh Kudus, GKJW, sebagai bagian dari Satu Gereja di dunia, mewujudkan kasih, kebenaran, keadalian, perdamaian, dan keesaan ciptaan di tengnan masyarakat dengan melakukan pelayanan dalam hal teologi, kesaksian, dan penatalyanan.”

 

Dasar tema pelayanan GKJW tahun 2016-2034 adalah: “Berjuang mewujudkan kedewasaan penuh dan berbagi berkat.”.

 


Artikel Lainnya:

Category: Tata Ibadah