barita olob-olob tambun raya

Minggu (27/9) 2015, Jemaat di GKPS Resort Horisan Tambunraya bersukacita bersama mengikuti ibadah dan kegiatan olob-olob. Tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah GKPS Hutamula.

Konsep ibadah dirancang agar semua aktif terlibat, anak Sekolah Minggu dilibatkan dalam tarian ibadah, yang berasal dari tiap-tiap jemaat.

 

Dalam ibadah nas Epistel dinarasikan dengan pemeranan tokoh yang muncul. Ini untuk menghidupkan cerita dengan karakter tokoh yang ada. Kesannya, nas ternyata menjadi hidup dan memiliki pesan yang kuat. Ketekunan jemaat mengikuti alur cerita menjadi indikatornya.

Pementasan drama singkat dari Seksi Wanita GKPS Sipolha 2 membuat ibadah bertambah seru. Dengan lakon yg sederhana, dan bahasa yang gampang dicerna mereka berhasil menohok semua jemaat yang hadir akan apa arti olob-olob. Jemaat tertawa, tepatnya menertawakan diri sendiri tanpa ada ketersinggungan.

 

Ibadah dalam pengertian mengingat dan mengenang mendapat bentuk pada pemakaian altar tempat pembawa Firman. Kami memakai solu/sampan. Selain mengingat bagaimana Yesus memakai sampan berbau ikan menyampaikan Firman saat itu, solu ini juga sebagai simbol bahwa ibadah itu sedapat mungkin menjadi dekat dengan kehidupan kita. Orang-orang yang terlibat juga diusahakan bukan orang yang sering tampil. Alasannya agar ibadah itu benar-benar memiliki daya pastoral dan daya penyembuh. Orang yang kurang pede, dianggap tidak mampu ternyata kalau diberi peran dia akan mulai bisa memahami ternyata ada potensi di dalam dirinya.

 

Selesai ibadah dilanjut dengan pengumpulan dana. Kami sudah setting agar tidak lama. Mindset jemaat tentang lelang begitu buruk karena itu kami memakai sistem lelang jodoh. Dengan konsep lelang demikian kami menghindari sedikit mungkin kesan berlomba. Lelang lepas dan gotong royong hanya sebentar tapi hasilnya cukup lumayan berkat kepiawaian protokol. Usai makan siang kegiatan dilanjut dengan sayembara tarian anak sekolah minggu, gemende koor dan tor-tor perkuria. Semua kegiatan tersebut menambah semarak pesta olob-olob. Baru kali ini pesta olob-olob demikan ramainya dan banyak yg bertahan. Membandingkan kondisi yg sulit saat ini dan begitu antusiasnya jemaat, sungguh pesta olob-olob tahun ini sangat bermakna. Akhir kata semoga pesta olob-olob di tempat ini dan di tempat lain menjadi kekuatan pendorong untuk semakin giat bersaksi, melayani dan bersekutu.

Salam olob-olob dari tepi Danau Toba yang indah; Tambun Raya, Huta Mula dan Sipolha.

 

Pdt.Defri Judika Purba S.Th


Artikel Lainnya:

Category: Berita, Distrik 1