Tahun periode di GKPS telah berlalu dan tentunya ini juga menjadi babak baru dalam pelayanan GKPS lima tahun ke depan. Periode telah melahirkan pelayan-pelayan baru di dalam jemaat, secara khusus di GKPS Resort Raya Huluan. Dalam kerangka berfikir yang demikianlah Pengurus GKPS Resort Raya Huluan merumuskan dan melaksanakan program pembinaan Majelis Jemaat Sa-GKPS Resort Raya Huluan pada hari Kamis, tanggal 07 Juli 2016 yang lalu.

Pembinaan yang dilakukan sehari, yaitu dimulai dari pukul 09.00 Wib sampai dengan Pukul 17.00 Wib ini dihadiri ± 105 Anggota Majelis Jemaat dari 9 (sembilan) jemaat yang tergabung dalam Resort Raya Hulugkps-rahya-huluan-1an. Rangkaian pembinaan ini di awali oleh ibadah pembukaan yang dipimpin oleh Evanggelis Josep Sipayung, yang dalam khotbahnya ia amat menekankan pentingnya sebuah pembinaan kepada Majelis Jemaat sebagai bentuk pengembangan dan peningkatan pelayan di tengah-tengah jemaat yang semakin modern dan dinamis ini.

Dalam pembekalan kepada Majelis Jemaat, Pengurus Resort menghidangkan tiga materi dalam sehari itu. Adapun yang menjadi materi pertama adalah tentang “Liturgis dan Liturgi” dengan speaker Pdt. Robert J. Saragih, M.ThLM dan Moderator Vik. Pdt. Martin Munthe, S.Th. Materi yang pertama ini secara khusus mau menyegarkan kembali para peserta untuk memahami apa sebenarnya makna sebuah rangkaian liturgi dalam ibadah di GKPS. Di samping itu, bagaimana sikap seorang liturgis ketika memimpin ibadah. Penyampaian materi dan diskusi mgkps-raya-huluanenghabiskan waktu kurang lebih 90 Menit. Materi yang kedua juga tidak kalah pentingnya bagi seorang Majelis Jemaat, yaitu tentang “Khotbah dan Pengkhotbah” yang disampaikan oleh Pdt. Aleks F.D. Sitopu, S.Th dan sebagai moderator pada session ini adalah CP. Nurintan Damanik. Materi kedua ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dasar bagi Majelis Jemaat tentang bagaimana merumuskan sebuah khotbah dan bagaimana membuat sebuah khotbah “yang hidup” di tengah-tengah jemaat. Materi yang berlangsung kurang lebih 90 Menit ini pun disambut antusias oleh para peserta dengan begitu banyaknya pertanyaan yang diajukan dalam sesi tanya-jawab.

Setelah selesai makan siang, kemudian dilanjutkan dengan materi ketiga dengan speaker Pdt. Agus Rony Damanik, S.Th dan Moderator PW. Melty N. Sumbayak. Materi ketiga dengan topik : “Pelayan Yang Berdiakonia Dalam Bingkai Pelayanan GKPS : Sebuah Upaya Membangun Perspektif Baru Diakonia Gereja Yang Transformatif dan Kontekstual”, hendak memberikan sebuah wawasan baru tentang gerakan diakonia yang baru untuk meningkatkan mutu dan kualitas dari sebuah pelayan. Hal ini tentu di dasari oleh pertanyaan “apakah bentuk diakonia yang selama ini dilakukan sudah usang?” Sehingga membuat diakonia kita tertinggal bahkan tergilas oleh perkembangan zaman saat ini. Materi yang ketiga ini diharapkan memberikan paradigma baru bagi Majelis Jemaat tentang diakonia yang sesungguhnya dan diaplikasikan dalam pelayanannya.

Pembinaan yang berlangsung di GKPS Raya Huluan ini akhirnya di tutup dengan ibadah penutupan sekaligus dalam ibadah itu dilakukan Sakramen Perjamuan Kudus kepada seluruh peserta pembinaan yang dipimpin oleh Pdt. Freediana Bukit, S.Th. Dalam khotbahnya Pdt. Freediana Bukit, S.Th menekankan bahwa sesungguhnya begitu luas aspek pelayanan yang bisa dilakukan oleh Majelis Jemaat kepada jemaatnya, dan Majelis Jemaat tidak boleh beranggapan bahwa sepenuhnya pelayanan ini adalah mendoakan, berkhotbah, membawa nyanyian (doding), dan memimpin ibadah (mar-agenda). Tapi menjadi bagian dalam kehidupan jemaat adalah bagian penting dalam sebuah pelayanan!

Pengurus GKPS Resort Raya Huluan


Artikel Lainnya:

Category: Berita