Downoad-> pesan paskah pgi-2

PESAN PASKAH

PERSEKUTUAN GEREJA-GEREJA DI INDONESIA

TAHUN 2017

 

Kebangkitan Kristus Membebaskan Kita dari Kuasa Kematian

(Roma 6:10)

 

Saudara-saudara umat Kristiani terkasih di mana pun Saudara berada.

 

Salam Sejahtera dalam Yesus Kristus,

Dalam tradisi gereja, perayaan Paskah selalu didahului dengan masa Prapaskah selama 40 hari. Saat ini kita sedang berada dalam masa Prapaskah tersebut, yang lazim juga disebut Minggu-minggu Passion. Dalam masa ini kita diajak untuk mengingat dan merenung-kan makna penderitaan Kristus hingga kematianNya di kayu salib karena dosa-dosa kita.

Sebagai pengikut Kristus, kita percaya bahwa kita mengambil ba-gian dalam kematian Kristus dengan cara ‘mati’ atau ‘menguburkan’ atau meninggalkan dosa kita, dan bangkit bersama Kristus kepada cara-cara hidup baru yang sesuai dengan kehendak Kristus. (Roma 6:5-6). Kita tidak lagi membiarkan dosa menguasai hidup kita. Kare-na itu, dalam masa perenungan ini, ada baiknya kita memeriksa ke-hidupan pribadi, keluarga maupun masyarakat kita, sambil menanya-

kan pada diri kita: dosa-dosa apakah yang sedang menguasai kita? Hanya dengan kesadaran kita akan dosa-dosa kita, serta mengandal-kan rahmat Allah yang membawa kita kepada pertobatan dan tekad untuk membarui hidup, kita dapat dan layak menyambut serta me-rayakan Paskah.

Tidaklah berlebihan kalau kami menyebutkan bahwa kini kita diper-hadapkan dengan berbagai bentuk bayang-bayang kematian. Dalam kehidupan berbangsa, kita sedang berada dalam peradaban yang mementingkan jumlah penganut agama; peradaban yang mengede-pankan mereka yang bersuara keras; peradaban yang memenangkan mereka yang hidup mapan, dan peradaban yang mengarus-utamakan kekerasan.

Kita juga sedang berhadapan dengan kecenderungan peradaban yang mengedepankan kepentingan kelompok, suku dan agama se-raya mengorbankan nilai-nilai kebersamaan, kesetaraan dan kema-nusiaan. Kita prihatin dengan maraknya korupsi dan eksploitasi alam yang berlebihan, serta peradaban yang mengutamakan kepentingan jangka pendek dan sesaat, misalnya Pilkada lima tahunan. Semua ini mengorbankan nilai-nilai universal yang lebih berjangka panjang. Kita risau dengan perkembangan peradaban sedemikian, karena pada gilirannya akan menimbulkan perselisihan, kebencian dan balas dendam; suatu peradaban yang membuahkan budaya kematian dari-pada budaya cinta yang menghidupkan manusia dan segenap makh-luk ciptaan Allah.

Syukurlah, berita Paskah mewartakan bahwa kematian bukanlah kata akhir. Kematian Kristus justru merupakan cara Allah mengalah-kan kematian itu, sehingga sengat maut, yakni kematian itu, tidak lagi berkuasa atas kehidupan kita. Dosa tidak lagi berkuasa! Kristus telah bangkit, dan dengan itu Ia membebaskan kita dari kuasa kematian (Roma 6:10). Oleh karena itu, dengan merayakan Paskah, kita tidak hanya mewartakan kebangkitan-Nya, tetapi juga menghidupi ke – bangkitan itu. Kita bangkit mengalahkan bayang-bayang kematian dan kuasa dosa, yang sebaiknya kita mulai dari diri kita.

Dalam semangat Kebangkitan Kristus yang membebaskan kita dari Kuasa Kematian inilah kami mengajak seluruh warga gereja dan m a s y a r a k a t umum untuk:

  1. Ikut serta dalam karya Allah memerangi segala bentuk dosa yang membawa kita ke arah bayang-bayang kematian dan belenggu maut, seperti perilaku manipulatif-koruptif, materialistis, maupun tindakan kekerasan terhadap sesama dan alam serta kerakusan yang tak kenal batas. Kita diajak untuk memelihara kehidupan bersama yang berlandaskan kasih dan keadilan, dengan memberi perhatian khusus kepada mereka yang menjadi korban kekerasan dan ketidak-adilan.
  1. Ikut menebar bibit perdamaian dan mengupayakan kesejukan serta kesejahteraan dalam kehidupan bersama di tengah kema-jemukan suku, bahasa, agama dan budaya bangsa. Kekayaan I n d o n e s i a dengan keragaman suku, bahasa, agama dan budaya, adalah karunia Allah yang harus terus kita pelihara dan perjuangkan dalam upaya membangun Indonesia sebagai rumah bersama yang harmonis dan damai.
  1. Ikut berjuang melawan konsumerisme dan perilaku konsumtif. Untuk itu, dalam masa Prapaskah ini, kita diajak untuk berbela rasa dengan mereka yang selama ini kurang beruntung dan terping-girkan dari berbagai sumber-sumber ekonomi, sosial dan budaya. Misalnya dengan mengurangi pola hidup konsumtif dan meng-konversi pengurangan tersebut untuk aksi-aksi solidaritas bagi mereka yang selama ini tersisih dan menderita.
  1. Ikut serta dalam upaya pemulihan alam yang telah rusak oleh per-lakuan manusia yang ceroboh dan tamak. Kebangkitan Kristus ti-dak hanya mendamaikan Allah dengan manusia, tetapi juga men-damaikan Allah dengan alam semesta, dan manusia dengan alam semesta. Oleh karena itu, dalam semangat Paskah kita juga diajak untuk terus mengembangkan aksi-aksi penyelamatan bumi dan segala isinya.

Kiranya kebangkitan Kristus yang telah mengalahkan kematian, m e l i n g k u p i dan menyemangati kita untuk mengalahkan berbagai bentuk dosa dan bayang-bayang kematian dalam kesehari-an kita. Kristus bangkit, haleluya! Dialah pengharapan kita.

 

Jakarta, Maret 2017

Atas nama Majelis Pekerja Harian PGI

 

 

Pdt. Dr. Henriette T.H-Lebang                                  Pdt. Gomar Gultom

Ketua Umum                                                     Sekretaris Umum


Artikel Lainnya:

Category: Berita, Pengumuman